Foto: Misharti Buka Dialog Multi Pihak dan FGD “Green for Riau”

Diksiriau.com - Wakil Bupati Kampar Dr.Misharti.S.Ag.M.Si membuka dialog Multi pihak dan Focus Group Discussion (FGD) "Green for Riau" ini sebuah forum yang merumuskan langkah nyata menjaga kelestarian alam di Bumi Lancang Kuning. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kampar Bangkinang Kota, Kamis (30/4).

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Bupati Rokan Hulu di wakili Kepada Bappenda Simpel Meri, Country Koordinator Unep UN Reed Programmer Indonesia Bambang Ari Fatmi.P.hd, Plt. Bappeda Yusdien Hadinata.S.Si.M.Si, Kepala DMPTSP Refrizal.S.Stp.M.Ip, Kepala Dinas Pertanian Nurilahi Ali.SP.M.Ma, Kepala Dinas Pariwisata Afdal.ST.MT, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Marahalim.SPt, Camat Se Kabupaten Kampar dan Ninik Mamak.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti menekankan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian alam. “Kita tidak bisa hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Dialog multi pihak ini adalah wadah untuk menyatukan gagasan, menyatukan komitmen dan menyatukan langkah agar Riau tetap hijau, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

FGD “Green for Riau” ini mengangkat beberapa tema utama, antara lain pengendalian deforestasi dan degradasi lahan di wilayah Riau, khususnya di Kabupaten Kampar yang memiliki kawasan hutan cukup luas, pengelolaan sampah dan limbah berbasis masyarakat dengan pendekatan ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat desa dalam menjaga ekosistem sungai dan hutan.

Dr. Misharti juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kampar memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekosistem di Provinsi Riau. Sungai Kampar, hutan lindung, serta kawasan perkebunan harus dikelola dengan prinsip berkelanjutan. “Kita ingin Kampar menjadi contoh daerah yang mampu menyeimbangkan pembangunan dengan kelestarian lingkungan. Program Green for Riau ini harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar selogan,” tegasnya.

Beliau juga mengajak generasi muda untuk aktif dalam gerakan lingkungan. Menurutnya, mahasiswa dan pelajar adalah agen perubahan yang dapat membawa semangat baru dalam menjaga bumi. “Keterlibatan anak muda sangat penting, karena merekalah yang akan mewarisi bumi ini,” tambahnya.

Acara ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga akan ditindaklanjuti dengan program nyata. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama mitra akan menyusun roadmap aksi lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pengelolaan sampah terpadu, hingga kampanye edukasi di sekolah-sekolah. Hasil FGD akan dijadikan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat memperkuat regulasi daerah terkait lingkungan hidup.

“Dengan keterlibatan Pemerintah, masyarakat, akademisi dan dunia usaha, diharapkan Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau mampu mewujudkan pembangunan yang hijau, berkelanjutan dan memberi manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang,” tutup Misharti. (ADV)